Informations, Tips and Sharing,...

Saturday, 26 August 2017

Lirik Lagu Cinta Melampaui Zaman (OST. Nyai Ahmad Dahlan)

Judul : Cinta Melampaui Zaman
Vocal : Rara Tarmizi
Ciptaan : Muhammad Izzul Muslimin

[ Poster Nyai Ahmad Dahlan The Movie, Picture from Wikipedia ]


Bila ragaku tak bisa menemani hadirmu
Biarlah cintaku yang s'lalu bersamamu
Dalam setiap gerak langkahmu
Mewujudkan impian dan cita-citamu

Jadilah Engkau sosok yang tak pernah lelah
Berbuat dan berbagi untuk sesama
memperjuangkan kehidupan yang diridloiNya
Hingga batas akhir hidupmu

Jangan surut langkahmu ke belakang
Karena cintaku akan s'lalu menuntunmu
Dalam suka dan duka yang akan kau hadapi
Membumikan kalam-kalam Ilahi

Cintaku tiada berbatas waktu
Ku titipkan selalu didalam hatimu
Mengarungi jalan panjang, peradaban yang membentang

Kar'na cintaku melampaui zaman

[ Rara Tarmizi, Vocalist, Picture from IRAS Film ]

Official Video Clip Cinta Melampaui Zaman (OST. Nyai Ahmad Dahlan)


Share:

Saturday, 27 May 2017

Teruntuk Wanita yang Mencintaiku

Teruntuk wanita yang mencintaiku sebelum aku terlahir.
Teruntuk wanita yang memeluk hatiku jauh sebelum hati itu terbentuk.
Teruntuk wanita yang selalu terjaga dari senja hingga fajar dengan kelemahan demi kelemahan untuk 9 bulan lamanya, menyemangati dirinya sendiri bahwa itu adalah sesuatu yg patut diperjuangkan. Hingga pada akhirnya ia sampai di rumah sakit, itu adalah cinta pada pandangan pertama sebab ia melihat: “aku”.

Dia adalah seseorang yang bangun lebih awal setiap pagi untuk berdingin-dingin menjemur pakaian yang kita kotori. Berdiri di depan kompor berjam-jam memasak semangkuk makanan. Dan kapanpun aku sakit, dia selalu tahu apa obatnya.
Komposisi teh, madu, lemon, apa lagi yg bisa aku minta?
Cinta yg ia beri padaku adalah obat terbaik & paling menyembuhkan.
Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu ya Allah.
Ia melakukan itu tanpa meminta imbalan sedikitpun.

Aku masih ingat suatu malam ketika aku kecil.
Aku tak akan bisa tidur sampai aku merengek dari luar kamar.
“Ibu tolong kecup aku, aku tdk bisa tidur” dan kau akan menghampiri aku.
Cinta yang kau berikan padaku selama ini mustahil kuabaikan.
Aku mencintaimu, Ibu.
Maaf aku tak pernah mengatakan ini sebelumnya.

Aku minta maaf untuk semuanya.
Aku minta maaf karena meninggalkanmu padahal kau yang mengajariku cara berjalan.
Aku minta maaf karena berkata “Ah” setiap kau menyuruhku mngerjakan hal sederhana.
Aku tak pernah membantumu mencuci piring meskipun aku tahu tanganmu sedang sakit.
Aku minta maaf lagi dan lagi, untuk semua janji yg kuingkari.

Dari semua itu, aku minta maaf atas semua rasa sakit yg aku sebabkan.
Untuk setiap kenakalan masa kecil yang kubuat dan semua tembok yang kucoret hingga rusak.
Untuk setiap ruangan yang kotor dan pakaian yang hanya bisa kuacak-acak.
Dan untuk setiap pengorbanan yg tak pernah bisa aku balas walau hanya sekali.

Semoga Allah senantiasa mengasihimu seperti engkau mengasihiku sedari kecil.
Dan aku punya satu permintaan terakhir sebelum kau pergi.
Tolong.
Sejak Allah meletakkan Surga di bawah telapak kakimu,
tolong mintakan pada Allah untuk menjadikan Surga;
tempat kita bisa bertemu kembali.
Aamiin


Adapted from LINE
Rephrased by Setya

Share:

Es Cincau Tarik

Ramadhan datang,
Esnya pun mulai datang,
Ini dia resep es cincau yang dibuat sebelum adzan berkumandang


Es Cincau, Gambar: www.rasamasa.com


Bahan Es Cincau
§  Sediakan 1 kotak cincau hitam atau hijau, anda dapat membelinya di pasar tradisional, atau dengan membuat sendiri dengan cincau bubuk instan.
§  3 sachet teh celup (merk apa saja).
§  500 cc susu cair, bisa dengan susu segar atau susu kental manis.
§  100 gr gula pasir
§  3 helai daun pandan
§  500 cc air
§  Es batu secukupnya.

Cara Membuat
§  Didihkan 500 cc air, masukkan 3 sachet teh celup, goyang goyang hingga teh larut.
§ Kemudian masukkan gula pasir dan daun pandan, aduk aduk hingga bercampur sempurna, dinginkan.
§  Sementara menunggu sirup gula dingin, potong potong dadu cincau sesuai selera.
§  Ambil gelas es atau mangkok, masukkan beberapa potong cincau, sirup teh gula, susu dan tambahkan es batu.
§  Es cincau siap dinikmati.

Share:

Friday, 24 March 2017

Jilbab Hati, Adakah?

Adakah Jilbab Hati itu?

[ Jilbab ]

Kita sebagai generasi umat Islam. khususnya untuk kaum hawa. Akhir-akhir ini sering sekali terdengar istilah "Jilbab Hati". Istilah seperti ini muncul bagi mereka yang enggan mengenakan Jilbab dengan alasan hati mereka belum berjilbab. Kalau didengar-dengar lucu juga ya istilah yang dibuat-buat itu dan yang pastinya gak masuk akal

Dalam kenyataannya, statemen ‘ingin menjilbabi hati’ ini telah melekat di hati banyak wanita muda. Mereka enggan mengenakan hijab dengan alasan masih belum siap dan ingin menjilbabi hatinya dulu. Kelompok ini bukan tidak siap, tetapi bisa jadi enggan melakukan persiapan. Padahal perintah hijab itu bukan perintah biasa, tetapi perintah Allah SWT. secara langsung bagi wanita beriman.

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لِّأَزْوٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلٰبِيبِهِنَّ ۚ ذٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿الأحزاب:٥٩

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan anak-anak orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Al-Ahzab (33): 59]

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى اللَّـهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿النور:٣١

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [QS. An-Nur (24): 31]

Jika wanita islam enggan mengenakan hijab, lantas apa bedanya mereka dengan wanita non muslim? Sesungguhnya hijab itu adalah pembeda antara wanita muslim dengan non muslim. Tidak ada satupun ada perintah yang mengatakan bahwa jilbab hati itu merupakan hal yang urgent dibanding jilbab fisik. Statemen jilbab hati muncul dari kalangan mereka yang belum memahami ilmu hijab dengan baik.

Meski begitu, hijab itu bukan hijab yang menjadikan wanita tersebut tabarruj (memamerkan kecantikan), bukan pula yang bercorak-corak modis. Karena sesungguhnya ada batasan dan kriteria busana syar’i.

Nah, gimana? sudah jelas kan jawabannya. Kalau sudah jelas, maka cepat-cepatlah kita ber-Istighfar kepada Allah dan memohon ampun atas kesombongan dan kekhilafan kita. Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah dan mendapat jalan yang lurus dengan Ridho-Nya.

Aamiin ya Robb...


Share:

Wednesday, 18 January 2017

Sunnah dalam Kegiatan Sehari-hari

Sunnah Nabi itu Luar Biasa

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)


1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien.
BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal.
Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna.
Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

4. Makan dan minum berdiri dapat mengganggu perncernaan.
Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan.
Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam.
Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya setan.
Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan  dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yang dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..


Subhanallah....

Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab-adab sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. 



Sourced by @ceritadunia
Edited by Setya Putri
Share:
setyamechy. Powered by Blogger.