Informations, Tips and Sharing,...

Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Thursday, 12 January 2023

Doa Sujud Terakhir dalam Sholat

Sujud, Image by subpng


Dalam kondisi sujud hampir tidak ada hijab antara seorang hamba dengan Sang Maha Pencipta, Allah subhanahu Wata’ala. Maka tak heran, kita dianjurkan untuk banyak Berdo'a setiap kali kita bersujud.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [Al-Mu’min (40) : 60].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wasallam memberikan contoh Do'a yang dibacanya ketika sujud, yakni sebagai berikut.

1. Doa Diampuni Dosa yang Telah Lalu.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ

“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang terang-terangan dan yang tersembunyi.” 
(HR Muslim No. 1112).

Kemudian hadist yang dijelaskan oleh Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz yang mengatakan bahwa terdapat tiga doa yang jangan dilupakan dalam akhir sujud, ketiga doa tersebut adalah:

2. Doa diwafatkan dalam Husnul Khotimah.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ

Artinya : “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah.”

3. Doa agar hati ditetapkan di atas agama-Nya.

اَللّٰهُمَّ يَامُقُلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيٍ عَلَى دِيْنِكَ

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.”

Do'a sujud terakhir yang sebaiknya mulai kita praktikkan, karena tak ada hijab bagi seorang hamba dengan ROBB-NYA saat sujud.


#SelfReminders
Share:

Sunday, 28 August 2022

Kehangatan Kepada Pasangan Sepanjang Pernikahan

KEHANGATAN KEPADA PASANGAN SEPANJANG PERNIKAHAN

Source: fotogambar3d.blogspot.com

Kehangatan pada pasangan harusnya tidak hanya ada di awal pernikahan. Namun terus berkelanjutan. Terlebih, dengan usia pernikahan yang semakin bertambah, kehangatan menjadi salah satu pilar dasar terjaganya keharmonisan hubungan.

Menunjukkan kehangatan dan cinta kepada istri ialah salah satu ajaran Rasulullah ﷺ.
Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَّكِئُ فِي حَجْرِي وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

“Nabi Muhammad ﷺ pernah bersandar di pangkuanku sambil membaca Al-Qurʼan, dan saat itu aku sedang haid..” (HR. Al-Bukhari (297) dan Muslim (301).

Al-‘Allamah al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang kehangatan Nabi Muhammad ﷺ bersama istrinya; beliau bersandar di pangkuan istri beliau sambil membaca Al-Qurʼan.
Jelas, hal ini ialah gambaran sifat rendah hati kepada pasangan yang akan melahirkan cinta, rasa kasih, dan menghilangkan beban.

Duhai seandainya kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam akhlak mulia nan indah ini. Namun sayangnya, ada sebagian suami yang tidak mendekati istrinya kecuali saat di ranjang! Bahkan ada yang tidak saling mendekati; sang suami tidak dekat dengan istrinya dan istrinya juga tidak dekat dengan suaminya, seolah-olah istrinya ialah orang lain. Hal semacam ini tidak pantas!

Semakin dekat hubungan suami istri maka semakin baik; saat itulah [pasutri] mendapatkan kasih sayang, kehidupan yang bahagia, dan jauh dari sebab perpisahan..”

(Syarah Umdatul Ahkam, 1/375-376)

Oleh: Aisyahrini Astuti

Share:

Friday, 20 May 2022

Balada Seorang Istri

بسم الله الرحمن الرحيم 

Keluarga, Gambar dari Gambar Kartun Terbaik 


Istri,...

Anak nangis istri yang dipanggil suruh diemin.
Anak jatuh istri yang disalahin kok bisa jatuh.
Anak nggak mau makan istri dibilang nggak kreatif.
Anak kurus istri dibilang nggak pinter ngurusin.
Anak nggak berprestasi istri dibilang nggak ngajarin.
Rumah berantakan istri yang disalahin dibilang ngapain aja seharian.

KETIKA...

Istri sakit dibilang jangan lama-lama.
Istri sedih dibilang lebay.
Istri marah dibilang sensi.
Istri curhat dibilang cerewet.
Istri belanja dibilang pemborosan.
Istri diem dibilang nggak peduli.
Istri ngomel dibilang emosian. 
Istri sabar nggak dihargai.

Walau mulut istri cerewet, Tapi hati istri selembut sutra.
Walau terkadang marah, Tapi istri juga butuh bahu untuk bersandar. 
Walau terkadang bawel, Tapi istrilah yang mencairkan suasana.

Kalian para suami di luar sana yang tak bisa menghargai istri kalian ayoo sana tukar posisi, rasain gimana susahnya jadi istri yang 24 jam ngurusin rumah tanpa henti, belum lagi dengan semua keaktifan anak-anak kalian.

Istri itu walau terlihat lemah secara fisik tapi kami lebih kuat daripada bodyguard.

Jagalah hati istri supaya tetap happy...
karena kalau istri happy suasana dalam rumah pun juga akan happy.


Jantung rumah adalah seorang istri. 
Jika hati istrimu tidak bahagia maka seisi rumah pun akan tidak bahagia....



Nasihat pernikahan
Renungan diri
Semoga bermanfa'at.



Temanggung, 29 Maret 2022 
Dari Facebook Group 
Reposted by Defit Setya 
Share:

Wednesday, 18 May 2022

Laki-laki Sejati


﷽

LAKI-LAKI SEJATI

Laki-laki Sejati, Gambar dari Poskata.com


Sudah menjadi kodrat bagi laki-laki, bahwa dia akan menjadi sosok imam atau kepala dalam keluarga. Oleh sebab itu, sejak kecil, umumnya anak laki-laki didik secara lebih keras dibanding anak perempuan. Tujuannya, agar kelak sang anak bisa menjadi laki-laki sejati yang bisa diandalkan.

Namun, untuk menjadi kuat setiap laki-laki tetap butuh dukungan dari orang-orang sekitarnya. Selain kuat, seorang laki-laki juga haruslah bijaksana. Pasalnya, sebagai kepala keluarga, kelak laki-laki yang bertugas mengambil keputusan dan bertanggung jawab sepenuhnya.

Jikalau kamu ingin menemukan seorang pria sejati, lihatlah bagaimana ia bertanggung jawab dengan keputusannya, lihatlah bagaimana dia menjaga ibadahnya dan lihatlah bagaimana dia bersikap ataupun berprilaku dalam kesehariannya.

Laki-laki sejati akan selalu menjaga apa yang diamanahkan padanya dan dia tidak akan menjatuhkan kehormatan orang lain hanya demi menjadi seperti orang tersebut.

wahai manusia, janganlah kalian kagum dengan kepandaian laki-laki dalam berbicara, namun kagumlah pada orang yang menunaikan amanah dan tidak menjatuhkan kehormatan manusia. Dialah laki-laki sejati. (Umar bin Khattab Radhiyallahu'anhu)

Karena bagi seorang laki-laki sejati berada dalam pendirian sendiri itu jauh lebih baik, daripada mengikuti sesuatu yang bertolak belakang dari kemauanya sendiri.


Barakallahu fiikum.




Written by :
Airiya Rahmadhani
Posted by :
Defit Setya on March 29 2022 

Share:

Sunday, 5 December 2021

Tentang Berharganya Waktu

TENTANG WAKTU

Waktu, Gambar Jam by kaba12.com


Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

الوقت هو أغلى شيء، لكن, هو أرخص شيء عندنا الآن, نمضي أوقاتاً كثيرة بغير فائدة, بل نمضي أوقاتاً كثيرة فيما يضر

Waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Namun bagi kita sekarang, ia adalah sesuatu yang paling murah nilainya. Banyak waktu-waktu yang kita lalui dengan tanpa faedah, bahkan waktu-waktu itu banyak kita habiskan dalam perkara yang merugikan. 

ولست أتحدث عن رجل واحد
بل عن عموم المسلمين اليوم مع الأسف الشديد- إنهم في سهو, ولهو, وغفلة ليسوا جادين في أمور دينهم .

Saya tidaklah berbicara tentang satu orang saja, bahkan tentang keumuman kaum muslimin sekarang ini. Sangat disayangkan mereka banyak menghabiskan waktunya dalam kesia-siaan, senda gurau, dan kelalaian. Mereka itu bukanlah orang yang bersungguh-sungguh dalam perkara agamanya.




*📜 Sumber: Syarah Riyadhush Shalihin (1/345)*
Share:

Saturday, 16 October 2021

Bertanya kepada Ahli Ilmu



Allah Ta’ala berfirman,

 لَا إكْرَاه فِي الدِّين قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ 

 “Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256).

Sebagian orang salah dalam memahami ayat ini sehingga terjebak dalam pemahaman pluralisme agama. Yaitu bahwa semua agama itu benar, dan Islam bukanlah agama yang paling benar. Paham ini juga mengajarkan bahwa Islam memberi kebebasan kepada manusia untuk memeluk agama apa saja, dan agama apapun dapat mengantarkan pemeluknya kepada Surga Allah Ta’ala.

Dengan demikian, menurut para pluralis, dalam Islam tidak ada konsep mu’min dan kafir. Padahal Islam sama sekali tidak mengajarkan pluralisme agama, bahkan Islam mengajarkan tauhid. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sama sekali tidak ridha terhadap agama selain Islam, serta segala bentuk kemusyrikan.

Lalu bagaimana dengan ayat di atas? Mari kita simak pembahasannya. Penafsiran Ahli Tafsir Islam mengajarkan kepada ummatnya agar mengembalikan setiap permasalahan kepada ahlinya. Allah Ta’ala berfirman,

 فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ 

 “Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu” (QS. An Nahl: 43).

Bahkan, dalam urusan duniawi, harus dikembalikan kepada orang yang ahli dalam urusan tersebut. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

 أنتم أعلم بأمر دنياكم 

 “Engkau lebih tahu urusan dunia kalian” (HR Muslim no.2363).

Dan setiap orang berakal tentu akan menerima konsep ‘kembalikanlah setiap urusan kepada ahlinya‘. Kita tentu tidak akan menanyakan obat suatu penyakit kepada ahli matematika, melainkan kepada dokter bukan?

Oleh karena itu marilah kita bersikap bijak untuk mengembalikan urusan penafsiran Al Qur’an kepada ulama ahli tafsir, bukan opini masing-masing atau opini dari orang yang bukan ulama ahli tafsir.

Semoga bermanfaat.


Sumber: https://muslim.or.id/1851-tafsir-ayat-laa-ikraha-fiddiin.html
Share:

Thursday, 20 August 2020

Selamat Tahun Baru 1442 H

KEMBALIKAN IMAN DI TAHUN BARU



Sadarkah kita bahwa ketika tahun berganti itu artinya usia kita telah bertambah dan disaat itu semakin banyak hal yang akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Kita punya segunung amanat yang kita pikul di pundak kita. Amanat sebagai orang tua, amanat sebagai anak, amanat sebagai Ustadz, amanat sebagai pejabat, amanat sebagai orang kaya, dan masih banyak lagi status dan gelar yang kita sandang yang semua itu sebenarnya adalah amanat.

Akhir tahun adalah saat saat yang seharusnya dihadapi dengan sebuah evaluasi, introspeksi dan sadar diri akan masa-masa yang telah lalu. Perubahan apa yang kita alami selama ini. Semakin baikkah kita atau semakin kita terpuruk dan lupa diri? Apakah kita semakin kenal  kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau semakin terpedaya kita dengan hawa nafsu kita? Betapa banyak kita telah lewati umur untuk hal hal yang tidak berguna. Alangkah seringnya kita melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya.

Sadarkah kita yang telah butakan mata hati dari yang haq, kita tulikan telinga kita dari kebenaran,  kita terpesona oleh tahta dan harta. Kita jerumuskan putra putri kita pada sarana sarana kehancuran dan kebobrokan moral dari media informasi dan hiburan yang tidak kita kontrol. Dan masih banyak hal lagi dengan aneka  ragam kesalahan yang kita  lakukan.
 
Jadikanlah tahun baru hijriyah adalah tahun introspeksi, tahun perubahan, tahun mengagungkan syi'ar Islam, tahun memupuk kebanggaan dan kekaguman pada Islam, tahun memperbaharui jalinan dan cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan harapan kelak kita bisa dibangkitkan lalu dikumpulkan di surga bersama Rasulullah SAW. (Buya Yahya)


Selamat Tahun Baru Islam 
1 Muharram 1442 Hijriyah
Share:

Tuesday, 14 July 2020

Fakta tentang Nyamuk


Gambar: manusiapembelajar.com 


Saudara ku, ketahuilah bahwa berat nyamuk hanya 0,001 gram.
Seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali. Fakta apa yang bisa kita temukan :

Ternyata,
Di kepalanya terdapat 100 mata,
Di mulutnya ada 48 gigi,
Di dadanya ada 3 buah jantung,
(di tiap jantung ada 2 atrium, 2 bilik jantung, 2 katup jantung).

Nyamuk memiliki alat pendeteksi panas dan nyamuk melihat segala sesuatu dengan pendeteksi panasnya.

Memiliki alat pencair darah karena darah manusia itu kasar bagi nyamuk agar bisa mengalir di belalai nyamuk, dia (nyamuk) mengambil contoh darah dulu baru mulai menggigit.

Nyamuk memiliki alat pembius sehingga orang yang di ambil darahnya tidak merasa sakit saat proses pengambilan darah, beberapa detik kemudian barulah efek bius itu hilang.

Belalai nyamuk memiliki 6 buah pisau. 4 buah pisau untuk membuat luka berbentuk segi empat, sedang 2 pisau membentuk lubang sesuai tabung penghisap darah.

Di kaki nyamuk terdapat cakar dan terdapat alat seperti alat bekam sehingga dapat menempel di tempat yang licin.

Masya Allah...
Benar benar Allah tidak pernah mendzolimi mahluknya, dibalik senjata nyamuk untuk menghisap darah, Allah memberi obat bius untuk menjaga supaya manusia tidak merasa sakit karena Allah maha tahu manusia sulit sekali menghindar dari gigitan nyamuk. Berbeda dengan hewan lainnya di mana manusia masih bisa menghindar dari gigitan kalajengking, dll.

Masya Allah...
Semoga nyamuk yang kecil ini bisa menambah keimanan kita kepada Allah, Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin..

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا  ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ  ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ اللَّهُ بِهٰذَا مَثَلًا  ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا  ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا الْفٰسِقِينَ

"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini? Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 26).


Wallahu a'lam bish showwab
Share:

Tuesday, 26 May 2020

Rejeki ada di Langit, maka Ketuklah Pintunya

Rejeki ada di Langit, maka "Gedorlah Pintu Langit dengan Doa, Sholat, Silaturahim dan Sedekah"

Rezeki ada di Langit, Image Sourced from YoutubeImage

“Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rizqinya, walaupun telat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi. Tempuhlah jalan-jalan mencari rizki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah 1756, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
.
Ibnul Qayyim –rahimahullah– berkata :
.
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu."

Jadi, untuk apa berjuang mati-matian menjemput rejeki sampai melalaikan kewajiban?
Padahal Allah sudah menjamin rejeki kita..

Bukankah kita seharusnya mati-matian mengejar amal sholeh, karena Allah tidak menjamin kita nanti ada di surga..

Share:

Wednesday, 8 January 2020

Hikmah Tentang Wanita

WANITA LAKSANA MUTIARA



"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)"

Ahli hikmah berkata :
Al-Mar`ah (Wanita)

عِنْدَمَا تَكُوْنُ اِبْـنَةً, فَإِنَّـهَا تَفْتَحُ بَابًا مِن
َ الْجَنَّة لِوَالِدهَا'


Ketika masih anak2, ia membuka pintu surga bagi orang tuanya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ زَوْجَةً, فَإِنَّـهَا تُكْمِلُ نِصْفَ دِيْنِ زَوْجِهَا


Ketika menjadi istri, ia menyempurnakan setengah dari agama suaminya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ أُمّاً, فَإِنَّ الْجَـنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِـهَا


Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

لَوْ عَرَفَ كُلُّ شَخْصٍ مَكَانَةَ الْمَـرْأَةِ الْحَقِيْقِـيَّـةِ فِي الإِسْلاَم،


Jika semua orang tahu kedudukan wanita yg sesungguhnya dalam Islam.

لَـصَارُوْا أَنْ يَـتَنَافَسُوْا فِى رِعَايَـتِـهِمْ لَهَا

Niscaya mereka pasti akan bersaing untuk menjaga/merawat wanita.

Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayat-Nya, dan menjadikan seluruh sahabat & saudari kita wanita-wanita shalehah.

Share:

Sunday, 19 May 2019

Berpuasa Tapi masih Ghibah

Berpuasa Tapi masih Ghibah

Ghibah (Gambar dari www.republika.com)

Bisa jadi banyak yang mampu menahan tidak makan dan tidak minum selama berpuasa, akan tetapi terkadang ia tidak bisa menahan diri untuk “tidak makan daging saudaranya sendiri”. Maksudnya adalah melakukan ghibah, sibuk bergosip dan membicarakan aib orang lain.

Ghibah diperumpamakan dalam Al-Quran dengan “memakan daging mayat saudara sendiri”.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻻَ ﻳَﻐْﺘِﺐْ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻟَﺤْﻢَ ﺃَﺧِﻴْﻪِ ﻣَﻴْﺘًﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫْﺘُﻤُﻮْﻩُ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻮَّﺍﺏٌ ﺭَﺣِﻴْﻢٌ

“Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih”. [Al Hujurat :12]

Harusnya seseorang sangat benci makan mayat (bahkan jijik), seharusnya ini juga yang ia rasakan ketika melakukan ghibah. Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy rahimahullah menjelaskan,

شبه أكل لحمه ميتًا، المكروه للنفوس [غاية الكراهة]، باغتيابه

“Diserupakan dengan memakan daging mayat saudara karena hal ini dibenci oleh jiwa, (sangat benci) dengan melakukan ghibah.” (Tafsir As-Sa’diy)

Ghibah adalah menyebut-nyebut kejelekan saudaranya, padahal saudaranya tidak suka jika dibicarakan dan orang tersebut sedang tidak ada di majelis tersebut ketika dibicarakan.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه

“Tahukah kalian apa itu ghibah?”
Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Kemudian beliau shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”
Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR Muslim 2589)

Apabila yang dibicarakan itu nerupa aib dan kekurangan itu tdak benar, maka perkaranya lebih berat lagi karena merupakan fitnah, sehingga tidak ada gunanya membahas dan membicarakan orang lain tanpa kemashalahatan yang lebih semisal mencari solusi dan berniat akan menasehati.

Bisa jadi seseorang berpuasa tetapi masih melakukan ghibah bahkan menjadi hobi. Hal ini akan mengurangi pahala puasanya bahkan membuat pahala puasanya menjadi sia-sia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan bahwa puasa itu bukan sekedar menahan makan dan minum saja. Beliau bersabda,

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rafats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah,  Shhih At Targib wa At Tarhib no. 1082)

Puasa itu juga mempuasakan semua anggota tubuh kita dari kemaksiatan dan semoga Allah memudahkan kita.

Sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu berkata,

إذا صمت فليصم سمعك، وبصرك، ولسانك، عن الكذب، والمحارم، ودع أذى الجار، وليكن عليك وقار وسكينة يوم صومك

“Jika engkau berpuasa maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta. Janganlah menyakiti tetangga, hendaknya engkau penuh ketenangan dan wibawa pada hari puasamu.” (Lathaif Al Ma’arif,Ibnu rajab Al Hambali)

Apabila seorang yang berpuasa tidak bisa menjaga diri dari hal-hal ini bisa jadi pahala puasa sia-sia dan yang hanya ia dapatkan adalah lapar dan haus saja.

Karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Thabrani, sahih lighairihi)

Bahkan Allah tidak butuh terhadap puasanya dan ini bentuk ungkapan bahwa ibadah puasanya tidak benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)

Semoga kita bisa menjaga anggota badan terutama lisan dari hal-hal yang bisa merusak puasa.

(Muslim.or.d / Keluarga Dakwah

Share:

Friday, 24 March 2017

Jilbab Hati, Adakah?

Adakah Jilbab Hati itu?

[ Jilbab ]

Kita sebagai generasi umat Islam. khususnya untuk kaum hawa. Akhir-akhir ini sering sekali terdengar istilah "Jilbab Hati". Istilah seperti ini muncul bagi mereka yang enggan mengenakan Jilbab dengan alasan hati mereka belum berjilbab. Kalau didengar-dengar lucu juga ya istilah yang dibuat-buat itu dan yang pastinya gak masuk akal

Dalam kenyataannya, statemen ‘ingin menjilbabi hati’ ini telah melekat di hati banyak wanita muda. Mereka enggan mengenakan hijab dengan alasan masih belum siap dan ingin menjilbabi hatinya dulu. Kelompok ini bukan tidak siap, tetapi bisa jadi enggan melakukan persiapan. Padahal perintah hijab itu bukan perintah biasa, tetapi perintah Allah SWT. secara langsung bagi wanita beriman.

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ قُل لِّأَزْوٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلٰبِيبِهِنَّ ۚ ذٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّـهُ غَفُورًا رَّحِيمًا ﴿الأحزاب:٥٩

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan dan anak-anak orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Al-Ahzab (33): 59]

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى اللَّـهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿النور:٣١

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [QS. An-Nur (24): 31]

Jika wanita islam enggan mengenakan hijab, lantas apa bedanya mereka dengan wanita non muslim? Sesungguhnya hijab itu adalah pembeda antara wanita muslim dengan non muslim. Tidak ada satupun ada perintah yang mengatakan bahwa jilbab hati itu merupakan hal yang urgent dibanding jilbab fisik. Statemen jilbab hati muncul dari kalangan mereka yang belum memahami ilmu hijab dengan baik.

Meski begitu, hijab itu bukan hijab yang menjadikan wanita tersebut tabarruj (memamerkan kecantikan), bukan pula yang bercorak-corak modis. Karena sesungguhnya ada batasan dan kriteria busana syar’i.

Nah, gimana? sudah jelas kan jawabannya. Kalau sudah jelas, maka cepat-cepatlah kita ber-Istighfar kepada Allah dan memohon ampun atas kesombongan dan kekhilafan kita. Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah dan mendapat jalan yang lurus dengan Ridho-Nya.

Aamiin ya Robb...


Share:

Wednesday, 18 January 2017

Sunnah dalam Kegiatan Sehari-hari

Sunnah Nabi itu Luar Biasa

“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)


1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien.
BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal.
Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna.
Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

4. Makan dan minum berdiri dapat mengganggu perncernaan.
Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan.
Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam.
Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya setan.
Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan  dan yang terpenting itu adalah SUNNAH.

8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yang dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien..


Subhanallah....

Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab-adab sehari tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Dien Islam .. 



Sourced by @ceritadunia
Edited by Setya Putri
Share:
setyamechy. Powered by Blogger.