Informations, Tips and Sharing,...

Thursday, 6 February 2020

Tes Kesehatan Sebelum Menikah, inilah Pandangan Beberapa Ulama

🏡 Fikih Keluarga

☘ *Tes Kesehatan Sebelum Menikah, inilah Pandangan Beberapa Ulama*

Health check, photo from Kompas Lifestyle


Tes kesehatan sebelum menikah biasanya disarankan bagi pasangan yang sedang mengajukan berkas pernikahan ke KUA. Tes ini muncul karena penurunan tingkat kepercayaan dan kejujuran dalam menyampaikan informasi tentang kekurangan (cacat) seseorang, baik fisik maupun kepribadian sebelum dilaksanakannya pernikahan. Di sisi lain, adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan meningkatnya sikap kehati-hatian untuk urusan kesehatan dalam rangka memperoleh data yang valid tentang kesehatan calon suami atau istri, sehingga calon pengantin diminta untuk melakukan tes kesehatan.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit turunan, penyakit menular, penyakit kelamin, dan kebiasaan sehari-hari yang bisa memengaruhi kebiasaan suami-istri di kemudian hari atau memengaruhi kesehatan keturunan mereka.

Bagaimana pandangan syariat terhadap tes ini?

_*Para ulama masih berselisih pendapat tentang hal ini.*_

_*Pendapat pertama*_ menyatakan bahwa tes kesehatan itu terlarang dan tidak perlu dilakukan. Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Syaikh Ibnu Baz. Alasannya, bahwa tes kesehatan membuat kita tidak husnuzhan kepada Allah dan hasilnya tidak selalu akurat.

_*Pendapat kedua*_ 
menyatakan bahwa tes kesehatan dibolehkan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Inilah pendapat jumhur (kebanyakan) ulama. Mereka beralasan bahwa dalam tes kesehatan tidak terdapat unsur pertentangan dengan syariat dan tidak berlawanan dengan kepercayaan kepada Allah. Ini hanyalah salah satu upaya. Ketika wabah penyakit Tha’un terjadi di Syam, ‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Aku lari dari takdir Allah yang satu menuju takdir Allah yang lain.”

*Pendapat kedua ini lebih tepat karena memandang:*

_*Pertama,*_ kita diperintahkan memiliki keturunan yang thayyib (baik), sebagaimana doa Nabi Zakariya ‘alaihis salam kepada Allah,

قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

_“Zakariya berdoa kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa’.”_ (QS. Ali Imran: 38)

Doa kaum mukminin pula kepada Allah,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

_“Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”_ (QS. Al-Furqan: 74)

_*Kedua,*_ umat Islam diperintahkan menikahi wanita yang mempunyai banyak anak. Dari Ma’qil bin Yasaar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

_“Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.”_ (HR. Abu Daud, no. 2050 dan An-Nasai, no. 3229. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

_*Ketiga,*_ diriwayatkan dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Setiap wanita yang laki-laki tertipu olehnya, di mana dia mempunyai penyakit gila, kusta, atau belang-belang, maka pihak wanita itu berhak mendapat mahar jika dia telah dicampuri, dan laki-laki berhak menuntut kembali mahar tersebut dari orang yang menipunya.” (HR. Malik, Abdurrazaq, Al-Baihaqi. Syaikh Abu Malik menyatakan bahwa perawi hadits ini terpercaya).

_*Keempat,*_ diperintahkan untuk melakukan nazhor dan mengetahui aib wanita yang dipinang. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang laki-laki. Dia mengabarkan kepada beliau bahwa dirinya akan menikah dengan seorang wanita Anshar. Beliau bertanya kepadanya, “Apa engkau sudah melihatnya?” Dia menjawab, “Belum.” Beliau bersabda, “Pergi dan lihatlah dia. Sesungguhnya di mata kaum Anshar terdapat sesuatu.” (HR. Muslim, no. 1424)

_*Kelima,*_ berdasarkan dalil umum yang memerintahkan agar menjauhi orang yang terkena penyakit menular. Seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah kalian mencampur orang yang sakit dan orang yang sehat.” (HR. Bukhari, no. 5771 dan Muslim, no. 2221). Dalam hadits juga disebutkan, “Larilah dari orang yang terkena kusta sebagaimana engkau lari dari singa.” (HR. Bukhari, no. 5380)

Adapun yang perlu diperhatikan dalam tes kesehatan antara lain:

1. Tidak dibolehkan memaksa orang untuk melakukan tes kesehatan jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.

2. Paramedis yang melakukan tes ini haruslah menjaga rahasia dan aib orang yang diperiksanya agar tidak menjadi sebab munculnya berbagai kerusakan.

(Rumaysho / Keluarga Dakwah)
Share:

Wednesday, 15 January 2020

Manfaat Lompong untuk Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

KRJOGJA.COM - Bahan alami telah diolah menjadi minuman maupun suatu masakan layak untuk rutin dikonsumsi. Apalagi sebagian bahan tersebut mempunyai nilai gizi, bahkan bisa membantu menghindarkan maupun melawan gangguan kesehatan.

Tanaman Lompong/Talas, Image Sourced from JawaPos
Seperti dikutip dari Harianmerapi.com, Nurselo asal Sidokarto Sleman mengungkapkan, jenis masakan tradisional antara lain berbahan lompong (batang talas), kluwih, bunga pisang dan nangka muda. Adapun manfaat lompong, baik disayur atau dibuat wujud seperti cerimping, antara lain, membantu menormalkan atau menstabilkan tekanan darah, sehingga bisa ikut mencegah tekanan darah tinggi maupun darah rendah.

“Kandungan seratnya bagus juga untuk kesehatan sistim pencernaan, sehingga ikut mendukung kesehatan secara umum termasuk ketika rutin diberikan pada satwa beberapa jenis ikan air tawar,” katanya.

Sayur alami seperti ini diyakini juga memiliki kandungan antioksidan, sehingga bisa ikut mendukung imunitas atau kekebalan tubuh dari beberapa keluhan kesehatan. Artinya juga memiliki kemampuan menangkal radikal bebas di tubuh, sebab radikal bebas maupun toksin bisa memicu datangnya gangguan kesehatan.

Selain bagian batang talas atau lompong, beberapa varietas talas, bagian daunnya juga cocok dibuat makanan tradisional biasa disebut buntil. Dengan dipadu beberapa bahan alami lain, buntil daun talas antara lain bisa bermanfaat membantu menghindarkan maupun melawan kolesterol jahat di tubuh. Tak ketinggalan, bisa berperan sebagai antiseptik alami serta penangkal radikal bebas di tubuh. Bahkan karena bersifat alami, masakan berbahan batang maupun daun talas (lompong) dapat dikonsumsi rutin. Sebagian lokasi kuliner pun menyediakan masakan tradisional yang menyehatkan seperti ini.

“Cara memperbanyak tanaman lompong ini juga mudah, misalnya dengan memisahkan bagian anakan atau tunas dari rumpun tanaman. Bisa juga menggunakan bagian umbi yang sudah tua, syukur sudah ada calon tunas dalam umbi tersebut,” ujarnya. (Yan)


Source:
Share:

Friday, 10 January 2020

Teladan Rasul: Keutamaan Sholat Subuh


Keutamaan Shalat Shubuh, Picture by Inspirasi Al-Qur'an

Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

Keutamaan Shalat Shubuh

Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah

(1) Salah satu penyebab masuk surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

(2) Salah satu penghalang masuk neraka

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

(3) Berada di dalam jaminan Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

(5) Disaksikan para malaikat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

 “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
Share:

Wednesday, 8 January 2020

Hikmah Tentang Wanita

WANITA LAKSANA MUTIARA



"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)"

Ahli hikmah berkata :
Al-Mar`ah (Wanita)

عِنْدَمَا تَكُوْنُ اِبْـنَةً, فَإِنَّـهَا تَفْتَحُ بَابًا مِن
َ الْجَنَّة لِوَالِدهَا'


Ketika masih anak2, ia membuka pintu surga bagi orang tuanya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ زَوْجَةً, فَإِنَّـهَا تُكْمِلُ نِصْفَ دِيْنِ زَوْجِهَا


Ketika menjadi istri, ia menyempurnakan setengah dari agama suaminya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ أُمّاً, فَإِنَّ الْجَـنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِـهَا


Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

لَوْ عَرَفَ كُلُّ شَخْصٍ مَكَانَةَ الْمَـرْأَةِ الْحَقِيْقِـيَّـةِ فِي الإِسْلاَم،


Jika semua orang tahu kedudukan wanita yg sesungguhnya dalam Islam.

لَـصَارُوْا أَنْ يَـتَنَافَسُوْا فِى رِعَايَـتِـهِمْ لَهَا

Niscaya mereka pasti akan bersaing untuk menjaga/merawat wanita.

Semoga Allah senantiasa memberi kita hidayat-Nya, dan menjadikan seluruh sahabat & saudari kita wanita-wanita shalehah.

Share:

Sunday, 5 January 2020

Warna Tanaman Herbal dan Kaitannya dengan Tubuh dan Pengobatan

WARNA DALAM PENGOBATAN

Anti Inflamation Herbs, Image Sourced from www.twitter.com


Pengobatan  para tabib nenek moyang sejak dahulu juga telah mengajarkan ilmu titen (dogma signature) pemilihan bahan-bahan  obat menggunakan tumbuhan obat dengan cara pengamatan menurut tingkat kemasakan atau fisiologi (daun, buah dan biji) dan warna. 

 Hijau     : hati + kandung empedu 
 Merah   : jantung + usus halus 
 Kuning  :  limpa + lambung
 Putih     :  paru + usus besar 
 Hitam   : ginjal + kandung kemih 

1. Patologi pengobatan ITM (Indonesian Traditional of Medicine)   berpendapat bahwa penyakit pertama muncul akibat problem pada sistem pencernaan. 

2. Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bagian tumbuhan mulai masa muda (juvenil) ➡️ tumbuh sempurna fisiologis menunjukkan rute sistem organ dan mekanisme fisiologi pada tubuh manusia. 

Bagian tumbuhan warna hijau (muda-rasa sepat dan masam dengan kadar saponin + vitamin C tinggi) digunakan sebagai obat gangguan sistem pencernaan.

3. Buah atau daun pada puncak periode pertumbuhan atau kemasakan ditandai bercak warna hitam atau bekas trauma pada buah yang masak mengandung bahan aktif bersifat toxic yang diduga mempunyai aktivitas anti tumor dan kanker.

Bercak hitam atau bintik hitam kandungan TNF. Empiris mengarahkan Ilmiah. 

Sistem pertahanan pada tumbuhan menghasilkan produk senyawa metabolik sekunder berpotensi sebagai anti tumor dan kanker.

Buah yang masak nyaris busuk sebagai akibat proses fermentasi bakteri menyebabkan cidera jaringan pada bagian buah sehingga mengeluarkan produk senyawa metabolik sekunder untuk mempertahankan diri. Muncul bintik hitam TNF

Warna Kuning 
1. Limpa dan lambung
2. Penyakit dengan gejala Warna Kuning 

Gangguan limpa dan gangguan penyakit dengan gejala kuning bisa diberikan resep obat tradisional ramuan gunakan tanaman obat Warna Kuning. 

Contoh: 
Temulawak, Bangle, Akar Kuning, Kayu Kuning, dll


Source:
Kuliah Herbal
Share:
setyamechy. Powered by Blogger.