-
This is Panorama Scenery of Mountainous
Let's grow up our future, go on.
-
This is default featured slide 2 title
Technology, make it happen.
-
This is default featured slide 3 title
Solid Network Team.
-
This is default featured slide 4 title
Be a good job presenter to the customers.
-
This is default featured slide 5 title
Let's Play our Job, Just Call 112 if Any Problems.
Thursday, 12 January 2023
Doa Sujud Terakhir dalam Sholat
Wednesday, 2 November 2022
Anak Susah Makan atau Susah Makan Nasi?
"Dok, minta resep vitamin penambah nafsu makan ya, Anak saya susah makannya."
Lalu saya berikan resep ini.
Zaman sekarang, di perkotaan, tidak sedikit orangtua datang ke dokter anak dengan keluhan anaknya susah makan.
Sebagai dokter anak, sejujurnya saya bingung, anaknya susah makan, kok datangnya ke saya? Hehe.
Biasanya saya balik bertanya, menurut Ibu, kenapa anaknya susah makan?
"Saya nggak tahu, Dok. Makanya saya ke dokter!.
Saya tanggapi, "Coba Ibu ANALISIS. Kira-kira, kenapa anaknya susah makan?
Setelah dipancing beberapa saat, biasanya si Ibu akan memberikan analisis kemungkinannya. Nah, Ibu bisa kan memperkirakan penyebab anaknya "susah" makan 😊
Kenapa saya beri tanda kutip "susah" makan? Karena sebenarnya, anaknya TIDAK "benar-benar" susah makan, tapi orangtua/caregiver lainnya yang menganggap si bayi/anak susah makan.
Nah lho!
Kok bisa?
Mana yang benar?
Benarkah anak susah makan?
Atau orangtua salah menilai anaknya?
Saya sering tanya, anaknya susah makan SEMUA makanan?
Nggak laper tuh?
Kok gizinya masih baik.
Kadang jawabannya, enggak Dok. Masih mau makan. Tapi susah makan NASI.
Jadi yang benar, susah makan, atau susah makan nasi? Haruskah bayi/anak makan nasi sebagai sumber karbohidrat?
Sejak mulai pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI), prinsipnya harus terpenuhi kebutuhan MAKROnutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan MIKROnutrien (vitamin, mineral).
Sumber karbohidrat beragam, bukan cuma beras/nasi atau kentang. Ada ubi, singkong, oat, roti, pasta, dll.
Kalau anak susah makan nasi sebagai sumber karbohidrat, bisa dicari sumber lainnya.
Kira-kira, kenapa anak susah makan nasi?
Tapi mau makan yang lain??
Yup, betul!,
BOSAN.
Pemberian variasi sumber karbohidrat bisa jadi solusi, kan?
Nah, bagaimana kalau susah makan ini sejak bayi?
Muncullah istilah "picky eater", small eater, avoidant restrictive food intake disorder (ARFID), dst.
Pada bayi, sejak mulai MPASI saja, sudah bisa susah makan. Bingung kan? Coba bayi bisa ngomong. Tinggal tanya, kamu maunya makan apa? Ibu pusing ini kamu nggak mau masakan Ibu.
"Keputusasaan" seperti ini akhirnya membawa ke dokter, dan membuat orangtua cari "jalan pintas", vitamin supaya anak mau makan. Padahal ketika merujuk pada berbagai penelitian berbasis-bukti (evidence based), tidak ada vitamin "appetite stimulant" dengan level of evidence sahih.
Sederhananya,
Buatlah anak LAPAR dan sajikan makanan yang ENAK supaya mereka mau makan. Anak yang terlalu banyak minum susu sehingga kenyang dan tidak mau makan?, Ya kurangi susunya. Pada anak diatas 1 tahun, yang penting makan, bukan minum susu. ASI/susu makanan utama bayi dibawah 1 tahun.
Bayi 9 bulan tidak mau makan. Ya jelas, makannya masih nasi tim diaduk jadi satu dengan lauknya. Ia melihat orangtuanya makan nasi goreng atau soto ayam, "kok nikmat banget ya?", Sedangkan diriku makan nasi tim, meskipun dengan olahan berbagai lauk bernutrisi, tapi diaduk jadi satu.
Kalau bisa bicara, si bayi akan curhat, "mengapa orangtuaku tidak berempati dengan diriku?".
Eh, begitu makanannya dipisah penyajiannya, nasi-lauk seperti orangtuanya, langsung LAHAP makannya!.
Kenapa nggak dari dulu ya?
Sejak 6 bulan, boleh kan karbo-lauk-sayur dipisah penyajiannya.
Apalagi bayi sudah berumur 9 bulan. Begitu dikasih nasi dengan tekstur seperti orangtuanya, eh makannya lahap! Bisa dong mengunyah nasi dan lauknya. Dia sudah bosan dengan bubur. Lembek, Apalagi makan bareng ayah-ibu dengan menu yang sama persis, Enak banget makannya!
Lalu bagaimana memastikan bayi/anak tumbuh, ketika makannya sudah lahap dengan "resep" lapar dan enak?
Jangan lupa,
Selalu pantau pertumbuhan secara objektif menggunakan grafik pertumbuhan (growth chart). Berat, tinggi badan, dan lingkar kepala.
Ukur semua!
Plot di grafik.
Harus!!!
Sumber:
Copas Artikel
dr. Arifianto Riyanto, Sp.A
Link comot :
https://www.facebook.com/groups/404268930737941/permalink/908318836999612/?app=fbl
Sunday, 28 August 2022
Kehangatan Kepada Pasangan Sepanjang Pernikahan
KEHANGATAN KEPADA PASANGAN SEPANJANG PERNIKAHAN
Kehangatan pada pasangan harusnya tidak hanya ada di awal pernikahan. Namun terus berkelanjutan. Terlebih, dengan usia pernikahan yang semakin bertambah, kehangatan menjadi salah satu pilar dasar terjaganya keharmonisan hubungan.
Menunjukkan kehangatan dan cinta kepada istri ialah salah satu ajaran Rasulullah ﷺ.
Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَّكِئُ فِي حَجْرِي وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ
“Nabi Muhammad ﷺ pernah bersandar di pangkuanku sambil membaca Al-Qurʼan, dan saat itu aku sedang haid..” (HR. Al-Bukhari (297) dan Muslim (301).
Al-‘Allamah al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang kehangatan Nabi Muhammad ﷺ bersama istrinya; beliau bersandar di pangkuan istri beliau sambil membaca Al-Qurʼan.
Jelas, hal ini ialah gambaran sifat rendah hati kepada pasangan yang akan melahirkan cinta, rasa kasih, dan menghilangkan beban.
Duhai seandainya kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam akhlak mulia nan indah ini. Namun sayangnya, ada sebagian suami yang tidak mendekati istrinya kecuali saat di ranjang! Bahkan ada yang tidak saling mendekati; sang suami tidak dekat dengan istrinya dan istrinya juga tidak dekat dengan suaminya, seolah-olah istrinya ialah orang lain. Hal semacam ini tidak pantas!
Semakin dekat hubungan suami istri maka semakin baik; saat itulah [pasutri] mendapatkan kasih sayang, kehidupan yang bahagia, dan jauh dari sebab perpisahan..”
(Syarah Umdatul Ahkam, 1/375-376)
Oleh: Aisyahrini Astuti
Saturday, 13 August 2022
Selamat Milad ke 41 Pondok Pesantren AlmaterA
Friday, 12 August 2022
Carilah Hatimu di Tiga Tempat
Thursday, 2 June 2022
Kulakan di Dusun Gembongan
Friday, 20 May 2022
Balada Seorang Istri
Wednesday, 18 May 2022
Laki-laki Sejati
Monday, 2 May 2022
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Saturday, 30 April 2022
Yuk Kekalkan Hartamu dengan Sedekah!
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 261).
Wednesday, 15 December 2021
IPA atau IPS: Kamu yang Mana?
IPA atau IPS: Kamu yang Mana? https://www.kompasiana.com/setyaaljundy/61b2423a06310e10207b2188/ipa-atau-ips-kamu-yang-mana
Sunday, 5 December 2021
Tentang Berharganya Waktu
Saturday, 16 October 2021
Bertanya kepada Ahli Ilmu
Allah Ta’ala berfirman,
Thursday, 29 July 2021
Lirik Lagu OST Jali Preman Sholeh
Tuesday, 20 July 2021
Manusia dan Sebuah Botol
Monday, 18 January 2021
Cara Alam Menghibur Kita
Sunday, 1 November 2020
Barang Siapa Menanam Akan Menuai
Tuesday, 27 October 2020
KISAH TENTANG KACA JENDELA YANG KOTOR
Saturday, 5 September 2020
Memohonkan Ampunan untuk Sesama Muslim
![]() |
| Image Sourced from Santri Nusantara |





























