Informations, Tips and Sharing,...

Monday, 18 January 2021

Cara Alam Menghibur Kita

CARA ALAM MENGHIBUR KITA




Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah?

Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?

Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata.
Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri.



#jalankebaikan
Share:

Sunday, 1 November 2020

Barang Siapa Menanam Akan Menuai



SIAPA BERBUAT AKAN MENDAPAT

Seringkali kita melihat hewan yang menolong sesamanya. Tak usah heran, karena hewan juga punya perasaan. Bahkan mereka juga sering menolong hewan lain dari jenis yang berbeda.

Termasuk sejenis tarantula yang satu ini, perbuatannya menolong hewan lain menarik perhatian para pemerhati Biologi. Tahu kan tarantula? Itu loh, sejenis laba-laba yang tubuhnya sebesar telapak tangan manusia, dan dipenuhi dengan bulu-bulu hingga ke sekujur kakinya.

Tarantula memangsa serangga. Namun pada spesies yang lebih besar, mereka bisa memangsa cicak, tikus atau katak. Tetapi uniknya jenis Tarantula Hitam Kolombia yang tinggal di hutan Amazon justru terbiasa berbaik hati mempersilakan katak untuk tinggal di dalam sarangnya.

Fenomena ini ditelusuri lebih lanjut oleh mereka yang menekuni bidang hewan. Setelah katak-katak itu diperbolehkan tinggal dalam sarangnya, apakah tarantula yang bersangkutan memperoleh manfaat juga?

Benar saja, rupanya kebaikan hati sang tarantula kembali kepada dirinya lagi. Karena katak tersebut di dalam sarangnya memangsa semut-semut yang hendak mengerubungi telur tarantula. Jadi dengan menolong katak, telur tarantula pun menjadi aman.

Siapa yang berbuat kebaikan, maka akan kembali kepada dirinya sendiri. Prinsip ini tak hanya berlaku bagi hewan, justru yang lebih ditekankan lagi kepada manusia. Apa yang kita kerjakan, maka kembali kepada diri kita yang akan merasakannya.


Sourced: Jalan Kebaikan 
Share:

Tuesday, 27 October 2020

KISAH TENTANG KACA JENDELA YANG KOTOR

KISAH TENTANG KACA JENDELA YANG KOTOR



Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.

"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak memberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? "



Sang suami berkata, "Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."

Dan begitulah kehidupan.

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.
Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.
Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.
Share:

Saturday, 5 September 2020

Memohonkan Ampunan untuk Sesama Muslim

SALING MEMOHONKAN AMPUNAN SESAMA MUSLIM

Image Sourced from Santri Nusantara
Image Sourced from Santri Nusantara



 قال_الإمام_ابن_القيم - رحمه اللَّه تعالى  - :

" ينبغي لِلْمُسْلِم أَنْ يَسْتَغْفِر لِأَخِيه الْمُسْلِم فَيَقُول

*رَبِّي اِغْفِر لِي وَلِوَالِدِيّ وَلِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَات والمؤمنين والمؤمنات*

  وَقَدْ كَانَ بَعْض السَّلَف يَسْتَحِبّ لِكُلّ أحَد أَنْ يُدَاوِم عَلَى هَذَا الدُّعَاء كُلَّ يَوْم سَبْعِينَ مَرَّةً  فَيَجْعَل مِنْهُ وَرَدّا لَا يُخِلّ بِهِ.
 مفتاح دار السَّعادة ١٣٣٩.


Dianjurkan bagi seorang muslim mendoakan saudaranya dengan mengucapkan:

*"Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, ibu bapakku, dosa-dosa kaum muslimin dan muslimat dan kaum mukminin dan mukminat!"*

Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa setiap orang dianjurkan membaca doa ini tujuh puluh kali setiap hari menjadikannya wirid yang tidak dilewatkannya.
Share:

Mengendalikan Emosi

EMOSI


Sering kita menemukan, bagaimana emosi memberi dampak yang tidak pernah kita inginkan.

Tidak sedikit emosi yang meninggalkan efek destruktif. Andaikan saja kita bisa memahami makhluk apa sesungguhnya emosi itu, tentu kita bisa menjadi lebih bijaksana.

Emosi bisa jadi merupakan reaksi atas berbagai kejadian yang berlaku dalam kehidupan kita.
Emosi juga dapat menentukan bagaimana sebuah kejadian dipahami dan disikapi. Sebuah emosi biasanya berangkat dari prasangka dan stereotip seseorang.
Emosi merupakan bagian dari perasaan kita. Bila tidak dikendalikan, emosi bisa membatasi persepsi kita.

Itu sebabnya, sudah seyogyanya emosi bisa dikendalikan, bukan yang mengendalikan. Sebab bila emosi dibiarkan masuk dalam logika maka akan jadi berbahaya.
Persepsi kita bisa menjadi selektif. Membuat kita hanya melihat apa yang sesuai dengan perasaan kita.


Bagaimana Bisa Mengendalikan Emosi?

  • Bernafas dengan teratur akan membantu kamu menguasai luapan emosi.
  • Tarik nafas dalam dan tenangkan dirimu, jangan gelisah atau gugup.
  • Cobalah bersikap normal seperti biasanya. (Kemenkes RI) 

======

“Sahabat, berpikirlah dua kali sebelum engkau melakukan sesuatu, agar bisa dipertimbangkan dengan bijaksana, dan membawamu pada keselamatan.” -Anne Ahira.
Share:
setyamechy. Powered by Blogger.